Infrastruktur Tidak Selalu Memacu Pertumbuhan Ekonomi

UTAMA
Jakata, hajinews.com– Dalam sebuah diskusi terbatas yang diselenggarakan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, terungkap bahwa infrastruktur tidak selalu memacu pertumbuhan ekonomi.
Perusahaan BUMN Indonesia yang bergerak di bidang infrastruktur akan mengalami kesulitan karena hutang yang sangat besar. Sementara jalan jalan tol yang dibangun BUMN di Sumatera sepi sehingga biaya operasional menjadi beban pengelola jalan tol.
Menurut seorang pengusaha, diskusi tersebut hanya dihadiri sekitar 50 orang. Diskusi yang menghadirkan mantan Menteri Keuangan Dr Chatib Basri tersebu dihadiri mantan Menteri Perindustrian yang juga mantan Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani, dan mantan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo.
Point-poin yang disampaikan dalam diskusi tersebut :
1. Krisis global diperkirakan akan berlangsung panjang sehingga napas bisnis kita minimal harus tahan sampai tahun  2021.
2. Awalnya bisnis di Indonesia yang terpukul adalah industri yang bergerak dibidang bahan baku/komoditi dan produk setengah jadi yang biasa di ekspor ke China. Kemudian menyusul saat ini sektor riil juga ikut terpukul.
Contoh : Penjualan Astra tahun ini turun 14 persen dibanding tahun lalu.
3. Di Asean, saat ini yg paling parah adalah Singapura karena basis ekonominya adalah perdagangan (trading). Pertumbuhan ekonomidi Singapura hanya 0.1 persen sedangkan Indonesia masih di level 5,02 persen.
4. Negara Asia yang maju adalah Vietnam karena bisa mengambil kesempatan. Tapi sekarang Vietnam juga mulai kekurangan tenaga kerja sehingga ini kesempatan bagi Indonesia untuk menarik investor dari China.
5. Ekonomi Amerika sekarang sedang bagus. Pengangguran terendah dalam 10 tahun ini. Amerika diperkirakan hanya akan menurunkan suku bunga The Fed sebesar 0,25 persen  dalam setahun. Tetapi kondisi ini juga akan tergantung pada pemilihan presiden Amerika tahun depan.
6.  Penerimaan negara dari pajak di Indonesia juga sangat turun akibat kegiatan bisnis yang lesu dan harga komoditi yang  jatuh.
7. Pengangguran lulusan SMA dan universitas naik. Sedangkan pengangguran lulusan SD dan SMP  menurun karena banyak dapat kerja menjadi pengemudi ojek online.
Siswa-siswa lulusan SMA/universitas yang menganggur berpotensi mengganggu politik Indonesia di Medsos sehingga banyak muncul HOAX.
8. Perkiraan lima tahun kedepan kondisi politik Indonesia akan lebih berat karena semua partai dari sekarang sudah mulai cari calon pengganti Jokowi.
9. Saat ini fiskal dan moneter Indonesia masih cukup aman. Tetapi  di sektor riil perlu segera disupport karena saat ini import selalu lebih banyak dari ekspor.  Ini lama-lama akan berpengaruh kepada keuangan Indonesia.
11. Perusahaan-perusahaan di Indonesia banyak yang terancam default (gagal) karena kebanyakan hutang. Dikhawatirkan default ini akan terjadi cross default yang meluas ke yang lain seperti efek domino.
12. Ekonomi digital mau gak mau harus disiapkan. Kedepan semua akan bisnis dengan cara digital.. Ibarat dulu orang naik kuda kemudian ganti naik mobil. Sekarang bisnis konvensional, nantinya semua digital.
Menurut Agus Martowardoyo yang kini menjadi Komisaris Utama Tokopedia,  saat ini jumlah pengunjung Tokopedia sebanyak 95 juta. Sedangkan pedagangnya atau yang berjualan melalui  Tokopedia sudah  mencapai 6,5 juta  orang. “Banyak diantara yang berjualan adalah ibu rumah tangga. Transaksi dilakukan dalam waktu 24 jam dan dilakukan di rumah dan sangat efisien,” ujar Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *